Jawabannya iya, sangat penting!
Saat seorang anak merasa bahagia, dia lebih mudah belajar, lebih percaya diri, dan lebih sehat.
Memang benar bahwa belajar, disiplin, dan menghadapi tantangan itu perlu, bahkan jika rasanya sulit atau tidak menyenangkan. Jika seorang anak hanya mencari kesenangan tanpa mau berusaha, dia mungkin tidak akan berkembang. Tetapi, bukan berarti kebahagiaan tidak penting.
Coba pikirkan dua anak yang harus belajar matematika. Yang pertama merasa stres karena takut dimarahi jika salah, jadi dia belajar dengan cemas dan sulit berkonsentrasi. Sementara anak kedua belajar dalam suasana yang menyenangkan, dengan dukungan dari guru atau orang tua yang sabar membimbingnya.
Anak yang mana yang lebih mungkin berhasil dan tetap suka belajar? Tentu anak kedua!
Kebahagiaan bukan berarti hidup tanpa kesulitan, tetapi tentang bagaimana anak bisa tetap merasa dihargai, didukung, dan menemukan makna dalam setiap tantangan yang ia hadapi.
Perasaan bahagia yang kita ingin anak-anak rasakan bukanlah semata perasaan senang, melainkan perasaan puas yang mendalam.
Yang pertama itu baik, tapi yang kedua jauh lebih bermakna.
Bayangkan ada dua anak yang sama-sama mendapat coklat.
Anak pertama mendapatkannya secara langsung—mungkin karena orang tuanya membelikannya di toko. Dia tentu merasa senang, tersenyum, dan menikmatinya dengan cepat.
Anak kedua mendapatkan coklat setelah bekerja keras. Dia mungkin menabung dari uang sakunya, membantu orang tua di rumah, atau melakukan sesuatu yang membuatnya pantas menerima hadiah itu. Saat akhirnya dia mendapatkan coklat dan menggigitnya, dia bukan hanya merasa senang, tapi juga merasa bangga dan puas karena tahu bahwa dia mendapatkannya melalui usahanya sendiri.
Makan coklat memang membuat senang, tapi bisa makan coklat dari hasil usaha sendiri membawa kebahagiaan yang lebih dalam. Yang satu terasa enak, yang satu lagi terasa berharga.
Kebahagiaan anak itu penting karena kita mau mereka merasa senang dan kita juga mau mereka merasa bangga dan puas. Mari kita menyebutnya sebagai kebahagiaan eksternal (perasaan senang) dan kebahagiaan internal (perasaan bangga dan puas).
Anak butuh kedua macam kebahagiaan tersebut. Tapi kebahagiaan internal akan membuat mereka lebih “mudah” merasakan kebahagiaan eksternal. Jadi kebahagiaan yang akan kita bicarakan setelah ini cenderung lebih mengarah pada kebahagiaan internal, namun tidak mengabaikan kebahagiaan eksternal.
Next: Bagaimana kita bisa tahu seorang anak itu bahagia atau tidak?